PRODUK PT. PUPUK KALTIM - KP KALTENGSEL
Copyright © 2008 by KP KALTENGSEL · All Rights reserved · kppkalselteng@pupukkaltim.com
KP KALTENGSEL
KP KALTENGSEL






Sejak akhir tahun 2002 PKT telah mengembangkan pupuk majemuk NPK Pelangi, yaitu jenis pupuk yang mengandung unsur hara makro Nitrogen, Phospor dan Kalium yang sangat dibutuhkan tanaman. Pengembangannya sejalan dengan program pemerintah yang ingin memasyarakatkan penggunaan pupuk NPK karena terbukti dapat meningkatkan produktivitas pertanian.
Sebagai program sosialisasi NPK Pelangi, PKT bekerjasama dengan pihak swasta diberbagai daerah dalam melakukan demonstration plot (demplot), yaitu semacam lahan percontohan di area-area pertanian. Hasil demplot yang telah dilaksanakan menunjukan bahwa NPK Pelangi dapat meningkatkan produktivitas pertanian hingga rata-rata 30% per hektar.
Pada tahun 2004 telah dilakukan peresmian 3 pabrik NPK Pelangi yaitu di Bontang, Semarang (diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarno Putri) dan di Cirebon (diresmikan oleh Dirjen Bina Sarana Pertanian, Bpk.Ato Soeprapto). Ketiga pabrik yang telah beroperasi penuh tersebut akan memenuhi kebutuhan NPK Pelangi di daerah pemasaran Kalimantan, Sulawesi, Jawa, sebagian Sumatera dan Bali serta Nusa Tenggara.
Untuk menunjang pengadaan bahan baku dan bahan penolong lainnya PKT dan KIE mendirikan PT Pukati Niaga Sejahtera. Perusahaan patungan ini juga berperan sebagai penyedia jasa transportir dan distribusi untuk PT Pukati Pelangi Khatulistiwa.
SPESIFIKASI PRODUK
Pupuk NPK Pelangi merupakan pupuk majemuk yang di dalamnya sudah terkandung Nitrogen, Phospore dan Kalium, yang dibuat dari bahan-bahan bermutu. Komposisi unsure hara pada Pupuk NPK Pelangi dapat disesuaikan degan jenis tanah dan jenis tanaman yang dibudidayakan.
DOSIS DAN KOMPOSISI
Dosis dan komposisi pupuk NPK Pelangi, amat tergantung pada keadaan kesuburan tanah setempat serta jenis tanaman yang dibudidayakan.
Berikut adalah dosis dan komposisi umum yang disarankan untuk penggunaan NPK:
Keterangan:
*) diberikan seluruhnya saat taam atau 7 -13 hari setelah tanam
**) diberikan pada saat tanaman berumur 30-40 hari setelah tanam